Gunungan Gethuk Seberat 2 Kuintal Diperebutkan Warga di Magelang

Agen Bola Sbobet

Gunungan Gethuk Seberat 2 Kuintal Diperebutkan Warga di Magelang – Penduduk kelihatan tumpek blek turut berebutan gunungan gethuk seberat 2 kuintal di Alun-Alun Kota Magelang. Tidak cuman berebutan gunungan gethuk, penduduk pun berebutan gunungan hasil bumi dari semasing kelurahan dalam Grebeg Gethuk.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Grebeg Gethuk yg dilangsungkan ini berkenaan Hari Jadi ke-1. 113 Kota Magelang. Pertama kali, diawali terlebih dulu dengan arakan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Windarti Agustina serta Forkompinda yg naik kereta kencana dan andong dari Gedung PDAM ketujuan Alun-Alun Kota Magelang.

Disamping itu, dua gunungan gethuk lanang serta wedok ada di halaman Masjid Agung Kota Magelang. Mengenai Gunungan gethuk lanang setinggi 3, 5 mtr. serta gunungan gethuk wedok setinggi 2, 5 mtr.. Gethuk yg dibuat dengan cara tradisonal atau pabrikan dibikin gunungan.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Dua gunungan gethuk ini dibikin sejak mulai habis Magrib hingga barusan jam 6 pagi. Gunungan gethuk lanang setinggi 3, 5 mtr. digotong 10 orang, tengah gunungan gethuk wedok setinggi 2, 5 mtr. digotong 8 orang, ” kata Bejo, pembuat gunungan gethuk kala dijumpai di Halaman Masjid Agung Magelang, Minggu (28/4/2019) .

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengemukakan, ini hari mengerjakan acara Grebeg Gethuk serangkaian Hari Jadi ke-1. 113 Kota Magelang. Grebeg Gethuk ini tiap-tiap tahun digelar.

” Ini hari, kita menghadirkan acara Grebeg Gethuk serangkaian Hari Jadi Kota Magelang. Yg tak merasa udah masuk umur ke-1. 113 pada tahun 2019. Udah, seperti kebanyakan Grebeg Gethuk tiap-tiap tahun kita adakan, ” kata Sigit.

” Seusai kita menghelat pemilu pada 17 April lalu, aman, damai, tertata, jurdil, nah ini dalam rencana buat menyemarakkan. Juga sekaligus filosofi Kota Magelang merupakan persis dengan gethuk, jadi sangka kirab tak lain memperkenalkan terhadap dunia luar. Keinginan saya berubah menjadi daya tarik, berubah menjadi tempat wisata untuk perubahan Kota Magelang, ” ujarnya.

Buat gethuk yg diperebutkan, ujarnya, gethuk yg diperebutkan bukan dalam hitungan kilo-gram, akan tetapi kuintal.

” Ya, tak kilo-gram, namun kuintal itu. Yg spontanitas ada 2 kuintal. Kelak kawan-kawan yg lain-lainnya yg sentra-sentra pun keluarkan mau menghadirkan pun biar diketahui oleh penduduk luas, baik pabrikan atau tradisionil, ” kata Sigit.

Sebelum dilaksanakan rebutan gunungan gethuk, lebih dahulu diunjukkan tari kolosal Babad Mahardika yg disutradarai Gepeng Nugroho. Tarian ini libatkan lebih kurang 230 anggota yg ceritakan histori kelahiran Kota Magelang.

Mengenai paling akhir dilangsungkan rebutan gunungan gethuk, yg diawali terlebih dulu dengan ajakan dari Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berebutan gunungan. Disaat itu, penduduk yg awal mulanya ada di luar pagar senantiasa masuk ketujuan Alun-Alun berebutan gunungan gethuk atau gunungan hasil bumi dari 17 kelurahan.